Himpunan ingatan yang telah bertahun menggenang memaksaku berteduh pada setiap ruas harap pekat, menyongsong fajar yang sendu dan bertahan kala malam dingin menyentuh batin. Jutaan kemonotonan ini mencambukku pada setiap lengkung senyum ketika pesanmu tiba… dulu. ”Sudah makan?”. Lalu Membekas pada hati sewarna rona pipiku ketika waktu mempertemukan kita.
”Burger ayam, kentang goreng, dan teh manis dingin”
”Aku juga sama”
Senampan makanan berada di tengah-tengah kita, bergeming menikmati senyap. Lalu kita berbicara tentang kamu dan aku. Hanya itu. Pertemuan singkat yang tak sengaja mengukir setiap momennya dalam memori hingga terkunci rapat ”Thanks for today, I’ll remember”. Kini aku berlari mencari kunci untuk kubuka memoriku dan memburaikan semua. Tersadar semuanya berlalu terlalu cepat
17 April 2012, kau pergi setelah kemarin berucap ’SAYA TIDAK MAIN-MAIN’ lalu tersadar kau hanya membual. Oh maaf, aku tak tahu jika kau memang pergi, itu hanya asumsiku yang benar adanya. Pergi tanpa pamit. 1 kali lagi, Ya Tuhan! _ pesanku, jika singgah pada hati, berpamitlah jika ingin pergi, ucapkan selamat tinggal dengan hati-hati. Terimakasih banyak telah memperhatikanku 3 bulan terakhir ini.
|